Minggu, 18 Maret 2012

Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan


Manfaat Kayu Manis untuk Mengatasi Kencing Manis

Manfaat kayu manis ternyata bukan sekadar pewangi untuk berbagai makanan atau minuman. Rempah-rempah bernama latin Cinnamomum burmannii ini ternyata sudah sejak lama dipercaya dapat mengobati kencing manis alias diabetes melitus.

Pakar Naturopati Dokter Amarullah Siregar bilang, kayu manis memang kerap digunakan oleh para penderita diabetes melitus. "Rempah-rempah dengan aroma manis ini bekerja terhadap pankreas," katanya.

Pankreas adalah salah satu organ tubuh yang memproduksi insulin. Pada penderita kencing manis, tubuh mengalami gangguan sehingga tidak bisa memproduksi insulin yang dibutuhkan untuk mengendalikan kadar gula dalam darah.

Hormon insulin bertugas mendeteksi kadar gula dalam darah. Jika kandungan gula dalam darah tinggi karena belum dibutuhkan untuk diolah, maka insulin akan menurunkan dan mengubahnya menjadi otot dan lemak. "Dengan insulin, gula yang terdapat dalam darah diolah menjadi energi sehingga tidak mengendap dalam sel darah," kata Amarullah.

Kayu manis banyak tumbuh di Indonesia, seperti di Sumatera. Namun, penggunaan kayu manis sebagai obat sudah dipatenkan di Amerika Serikat dengan merk dagang Cinulin. Cinulin digunakan untuk menjaga kadar gula penderita diabetes melitus, yakni mereka yang tidak bisa memenuhi kebutuhan insulin. (Sanny Cicilia Simbolon)

Manfaat Kayu Manis untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

Aroma wangi dari kulit kayu manis (Cassiavera) membuat tanaman rempah ini menjadi primadona sebagai penyedap kue dan minuman. Beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan berhasil mengungkap khasiat lain dari kayu manis, yakni menurunkan kadar gula darah.

Kayu manis atau cinnamon memiliki kandungan berbagai senyawa kimia, yaitu minyak atsiri eugenol, safrole, juga kandungan sinamaldehyde, tanin, kalsium oksalat, damar, dan penyamak.

Menurut Dr dr Amarullah Siregar, kayu manis memiliki efek biomolekuler di pankreas. "Kayu manis mengandung senyawa kimia yang disebut PTP1B yang bekerja mengaktifkan senyawa di pankreas dengan cara mengaktifkan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin," ujarnya.

Selanjutnya insulin akan membuka pintu sel darah merah sehingga gula bisa masuk dan diubah menjadi energi. Penderita diabetes tipe sensitivitas tubuh terhadap insulin berkurang sehingga kadar gula darah tetap tinggi karena tidak bisa masuk ke dalam sel.

Senyawa PTP1B juga akan bekerja di sel alfa yang berfungsi membantu hati menghasilkan glikogen. "Sel ini mengubah gula menjadi glikogen atau cadangan energi," kata Amarullah, pakar pengobatan naturopati.

Ia menambahkan, berbeda dengan obat-obat diabetes langsung menurunkan gula darah, obat herbal seperti kayu manis bekerja dengan cara mengoptimalisasi fungsi organ tubuh yang masih baik. "Kenaikan kadar gula darah hanyalah simptom dari gangguan insulin. Sumbernya merupakan pankreas yang bermasalah. Karena itu, fungsi pankreas harus diperbaiki," katanya.

Manfaat Kayu Manis untuk Tangkal Kanker Hati Ganas

Kayu manis yang selama ini dikenal sebagai penyedap masakan dan pengharum makanan, sebetulnya mengandung senyawa aktif yang dapat menangkal kanker hati ganas, menurunkan kadar lemak dan kolesterol, serta menolong para pengidap diabetes melitus. Bagaimana memanfaatkannya?

Sejak abad ke-16, kayu manis (Cinnamomum burmannii) telah digunakan sebagai bumbu masak. Di dunia terdapat 54 jenis kayu manis (Cinnamomum spp), 12 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Jenis tanaman kayu manis yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah Cinnamomum burmannii BL, lebih dikenal dengan nama Cassia vera.

Kayu manis termasuk dalam famili Lauraceae. Rempah-rempah ini diduga berasal dari Sri Lanka dan India Selatan, meski tumbuh subur di Jawa, Sumatera, India Barat, Brasil, Vietnam, Madagaskar, dan Mesir. Di dunia internasional, kayu manis dikenal dengan nama cinnamon, yang berasal dari bahasa Yunani kinnamon. Kayu manis juga terkenal dengan nama sweet wood.

Bukan sembarang kulit
Kayu manis mempunyai bentuk seperti batang yang berdiameter kecil dan ada yang berukuran panjang ataupun pendek. Warna bagian luar dan dalam kayu manis adalah cokelat muda. Sifat kimia kayu manis adalah pedas, sedikit manis, hangat, dan wangi. Hasil utama tanaman kayu manis adalah kulit batang dan dahan, sedangkan hasil ikutan yang berupa ranting dan daun biasanya diolah menjadi minyak atsiri.

Kulit kayu manis dan hasil olahannya banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, farmasi, kosmetika, dan rokok. Pemakaian kulit kayu manis dapat dilakukan dalam bentuk asli (bubuk), minyak atsiri, atau oleoresin.

Minyak atsiri kayu manis diperoleh dari kulitt, ranting, dan daunnya, dengan cara penyulingan. Kandungan minyak atsiri dalam kulit kayu manis 1,3-2,7 persen. Sementara itu, oleoresin diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut organik tertentu.

Penurun kolesterol dan lemak
Penelitian Fauzan Azima (2004), mahasiswa Program Doktor di Program Studi Ilmu Pangan IPB menunjukkan, ekstrak kulit pohon kayu manis efektif untuk menghambat pembentukan Low Density Lipoprotein (LDL = kolesterol jahat) di dalam darah.

Penelitian dilakukan dengan pemberian ekstrak kayu manis sebanyak 100-200 miligram per kilogram berat badan kelinci percobaan selama 12 pekan. Pada akhir percobaan ditemukan total kolesterol kelici turun dari 443,3 menjadi 139,1 mg/dl, kadar LDL turun dari 268,5 menjadi 95,8 mg/dl, serta trigliserida turun dad 122,2 menjadi 61,2 mgAl.

LDL disebabkan kolesterol jahat karena berperan rnengangkut kolesterol dari jaringan ke dalam plasma melalui proses enclositosis. Proses ini menyebabkan tingginya kadar kolesterol di dalam darah, sehingga dapat menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Pemberian ekstrak kayu manis juga dapat menurunkan perlemakan pada hati kelinci. Perlakuan yang sama juga menurunkan kadar homosistein, yaitu suatu senyawa yang mendorong terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Kadar homosistein menurun dari 25 mikromol per liter menjadi 9,9 mikromol per liter serum.

Sebaliknya, kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) naik dari 32,4 menjadi 50,0 mg/dl. HDL adalah pembersih kolesterol yang berfungsi memindahkan kolesterol plasma dari sel mati atau membran yang hancur. Orang sehat memiliki rasio LDL terhadap HDL senilai 3,5.

Riset juga menunjukkan, kelinci yang diberi ekstrak kayu manis berisiko terkena aterosklerosis 4,2 kali lebih rendah daripada kelinci yang tak diberi ekstrak. Ekstrak kayu manis juga berpotensi sebagai antihiperkolesterolemia (penurun kolesterol) dan mencegah timbunan lemak di hati.

Disimpulkan, ekstrak kayu manis mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan, antagregasi platelet, antihiperkolesterolemia, serta mampu mencegah perlemakan hati dan pembentukan lesi pada aorta kelinci percobaan.

Menurut Azima (2004), kulit kayu manis tersusun atas senyawa sinamaldehide, turunan dari senyawa fenol. Di dunia kedokteran, senyawa sinamaldehid diketahui memiliki sifat antiagregasi platelet (kolesterol yang menempel di pembuluh darah). Agregasi (pengumpulan) platelet menyebabkan terjadinya aterosklerosis.

Senyawa yang sangat bermanfaat pada ekstrak kayu manis adalah tanin, flavonoid, triterpenoid, dan saponin. Keempatnya berperan sebagai antipenggumpalan sel darah merah, antioksidan, clan antihiperkolesterolemia (penurun kolesterol).

Selain dapat mencegah aterosklerosis, kayu manis diketahui mengandung senyawa antioksidan yang efektif untuk mencegah kanker. Kekuatan antioksidan kayu manis yang diekstrak dengan etanol ternyata lebih baik dibandingkan dengan BHT (antioksidan sintetis) dan tokoferol (antioksidan alami), pada konsentrasi sama. Senyawa fitokimia yang berperan sebagai antioksidan pada kayu manis adalah tanin dan flavonoid.

Prof.Dr.Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi, pengasuh rubrik di tabloid Gaya Hidup Sehat.

Manfaat Kayu Manis untuk Mengatasi Flu/Pilek

Pekerjaan menumpuk, tapi sulit berkonsentrasi karena flu membuat hidung Anda meler alias terus mengeluarkan lendir? Gampang. Coba taburkan bubuk kayu manis pada roti bakar atau masukkan batang kayu manis pada teh hangat Anda.

Kayu manis adalah astringent yang membantu mengeringkan lendir berlebihan di dalam paru dan saluran hidung. Selain itu, kayu manis juga meningkatkan sirkulasi darah sehingga tangan dan kaki terasa hangat. Sumber : kompas.com
»»  Baca Selengkapnya...

Khasiat Kayu Manis untuk Obat Diabetes

Siapa bilang obat diabetes sulit dan mahal??
'Cinnamon Variaties' photo (c) 2009, Robin - license: 
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/
Kayu Manis
Pengobatan diabetes dapat menggunakan kayu manis. Kayu manis adalah jenis rempah-rempah utama yang banyak digunakan sebagai bahan pemberi aroma dan citarasa dalam makanan dan minuman, bahan aditif pada pembuatan parfum, obat-obatan serta dapat diolah menjadi anti mikroba. Menurut penelitian beberapa ahli, kayu berkulit kasar itu ternyata tersusun dari sinamaldehid, turunan dari senyawa fenol. Di dunia kedokteran, sinamaldehid diketahui memiliki sifat anti-agregasi platelet dan sebagai vasodilasator secara in vitro. Platelet adalah kolesterol yang menempel pada pembuluh darah. Agregasi (pengumpulan) platelet menyebabkan terjadinya aterosklerosis atau lemak mengeras di pembuluh arteri.
Karena kandungan tersebut, banyak manfaat dari mengkonsumsi kayu manis, misalnya untuk menurunkan risiko aterosklerosis dan stroke. Selain itu, rempah-rempah bernama latin Cinnamomum burmannii ini ternyata juga sudah sejak lama dipercaya dapat mengobati kencing manis (diabetes mellitus).
“Rempah-rempah dengan aroma manis ini bekerja terhadap pankreas,” kata pakar naturopati DR dr Amarullah Siregar. Pankreas adalah organ tubuh yang memproduksi insulin. Hormon insulin berperan sebagai semacam kunci  untuk memasukkan gula darah ke dalam sel-sel tubuh.  ”Dengan insulin, gula yang terdapat dalam darah diolah menjadi energi sehingga tidak mengendap dalam sel-sel darah,” kata Amarullah.
Pada penderita kencing manis, tubuh mengalami gangguan sehingga tidak bisa memproduksi insulin secara memadai  atau sensitivitas tubuh terhadap insulin berkurang sehingga kadar gula darah tetap tinggi karena tidak bisa masuk ke dalam sel-sel.
Menurut DR dr Amarullah Siregar, kayu manis memiliki efek biomolekuler di pankreas. “Kayu manis mengandung senyawa kimia yang disebut PTP1B yang bekerja mengaktifkan senyawa di pankreas dengan cara mengaktifkan sel beta yang berfungsi menghasilkan insulin,” ujarnya. Selanjutnya, insulin akan membuka pintu sel darah merah sehingga gula bisa masuk dan diubah menjadi energi.
Senyawa PTP1B juga bekerja di sel alfa yang berfungsi membantu hati menghasilkan glikogen. “Sel ini mengubah gula menjadi glikogen atau cadangan energi,” kata Amarullah. Ia menambahkan, berbeda dengan obat-obat diabetes yang langsung menurunkan gula darah, obat herbal seperti kayu manis bekerja dengan cara mengoptimalisasi fungsi organ tubuh yang masih baik. “Kenaikan kadar gula darah hanyalah simptom dari gangguan insulin. Sumbernya adalah pankreas yang bermasalah. Karena itu, fungsi pankreas harus diperbaiki,” katanya.
Para Ilmuwan di Amerika mengklaim bahwa satu sendok teh kayu manis sehari bisa membantu mencegah diabetes. Peneliti dari US Agricultural Research Services’ nutrition laboratories di Beltsville, Md., menemukan kalau ekstrak kayu manis bisa meremajakan kemampuan tubuh agar lebih responsif terhadap insulin. Faktanya, hasil percobaan di laboratorium menunjukkan bahwa pengolahan glukosa meningkat hingga 20 kali lipat. Efek ini disebabkan oleh kandungan methylhydroxy chalcone polymer yang terdapat di dalam kayu manis. Hasil percobaan pada tikus menunjukkan bahwa konsentrasi glukosa darah yang tinggi menurun dramatis setelah pemberian turunan kayu manis tersebut.
Studi lain dari Pakistan juga menunjukkan penurunan kadar gula darah puasa, trigliserida, kolesterol jahat LDL dan kolesterol total setelah penggunaan kayu manis selama 40 hari. Penurunan itu terus terjadi hingga 20 hari berikutnya. Studi ini menunjukkan bahwa mereka yang menerima kayu manis paling tidak 1 gram sehari bisa merasakan manfaat ini.
Kayu manis banyak tumbuh di Indonesia, seperti di Sumatera. Namun, penggunaan kayu manis sebagai obat justru sudah lebih dulu dipatenkan di Amerika Serikat dengan merk dagang Cinulin. 

    »»  Baca Selengkapnya...

    Perbandingan Besar Bumi dengan Planet dan Bintang Lainnya

    Bumi tempat kita berpijak dan hidup ini ternyata merupakan planet yang paling terindah dari semua planet yang ada.  Namun seberapa besar sih perbandingan ukuran planet bumi dengan planet lainnya ? Mungkin kebanyakan dari anda sudah tahu, tapi coba kita lihat dengan membandingkan ilustrasi berikut ini :
    Dari keempat planet diatas, Mars, Mercury, Venus dan Pluto… Bumi jauh lebih gede dan indah bukan?
    Sedangkan empat planet lainnya di tata surya kita yaitu Uranus, Neptunus, Saturnus, dan Jupiter.. ternyata Bumi jauuh lebih kecil, tapi coba lihat lagi perbandingannya dengan matahari kita dibawah ini…
    Subhanallah, ternyata matahari kita guede nya minta ampuun.. Bumi hanya seperti debu bila dibandingkan dengan matahari yang sangat2 gede
    Coba perhatikan perbandingan gambar diatas, ternyata matahari kita masih kalah jauh besar dari bintang Arcturus Kalo demikian berarti bumi kita benar2 seperti debu di angkasa…
    Ternyata bintang Arcturus sendiri masih kalah jauuuuuuh dari bintang Antares, nah itu berarti matahari kita juga seperti debu di angkasa
    Sekarang coba kita berfikir… bahwa di semesta yang sangat luas ini, kita sangatlah kecil dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan alam semesta raya.  Apalagi bakteri yang ada di tubuh kita ya? berarti super kecil sekali bila dibandingkan dengan alam semesta.. Ini hanya yang pernah terdeteksi oleh kamera satelite NASA, di alam semesta ini masih banyak galaksi lainnya yang masih misteri dan mungkin memiliki bintang yang lebih besar dari yang kita gambarkan di atas. Maha besar Allah sang maha pencipta…
    Jadi tak pantas kita menyombongkan diri karena kesombongan hanya milik Allah SWT. semoga kita dapat mengambil pelajaran dari artikel diatas. Amiiiin
    »»  Baca Selengkapnya...

    Jumat, 16 Maret 2012

    Dokumen Untuk Jurkam (Juru Bekam)

    Untuk melengkapi data-data yang nantinya dapat digunakan sebagai dokumen para pasien yang telah anda bekam silahkan Klik disini. Data-data tersebut akan sangat berguna untuk melengkapi jika ada sertifikasi ABI (Asosiasi Bekam Indonesia)
    »»  Baca Selengkapnya...

    Rabu, 14 Maret 2012

    50 Alasan Untuk Menentang Fluoridasi (4)

    21)    Studi oleh Jennifer Lukas (2001) menunjukkan bahwa fluoride terakumulasi  dalam kelenjar pineal manusia ke tingkat yang sangat tinggi. Di dia Ph.D. tesis Lukas juga telah ditunjukkan dalam studi hewan yang fluoride mengurangi produksi melatonin dan mengarah ke sebelumnya  pubertas (Lukas 1997).
    22)    Pada paruh pertama abad ke-20, fluorida yang ditentukan oleh sejumlah dokter Eropa untuk mengurangi aktivitas kelenjar tiroid untuk mereka yang menderita hipertiroidisme (lebih aktif tiroid) (Stecher 1960; Waldbott 1978). Dengan air
    fluoridasi, kita memaksa orang untuk minum-tiroid menyedihkan obat yang dapat, pada gilirannya, melayani untuk mempromosikan tingkat yang lebih tinggi hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) dalam populasi, dan semua berikutnya masalah yang berkaitan dengan gangguan ini. Demikian masalah termasuk depresi, kelelahan, berat badan, otot dan nyeri sendi, kadar kolesterol meningkat, dan penyakit jantung. Ini beruang mencatat bahwa menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (1991) fluorida paparan di fluoride masyarakat diperkirakan berkisar 1,6-6,6 mg / hari, yang adalah kisaran yang sebenarnya tumpang tindih dosis (2,3-4,5 mg / hari) terbukti menurunkan fungsi tiroid manusia (Galletti & Joyet 1958). Ini adalah fakta yang luar biasa, terutama mempertimbangkan masalah merajalela dan meningkat hipotiroidisme di Amerika Serikat (pada tahun 1999, yang kedua paling obat yang diresepkan tahun itu Synthroid, yang merupakan hormon obat pengganti yang digunakan untuk mengobati tiroid yang kurang aktif). Di Rusia, Bachinskii (1985) menemukan penurunan fungsi tiroid, di antara orang sehat, pada 2,3 ppm fluoride dalam air.
    23)    Beberapa gejala awal fluorosis tulang, fluoride-a diinduksi tulang dan penyakit sendi yang berdampak jutaan orang di India, Cina, dan Afrika, meniru gejala rematik (Singh 1963; Franke 1975; Teotia 1976; Carnow 1981; Czerwinski
    1988; DHHS 1991). Menurut sebuah ulasan mengenai fluoridasi oleh Chemical & Engineering News, "Karena beberapa klinis gejala menyerupai radang sendi, dua yang pertama fase klinis rangka fluorosis dapat dengan mudah misdiagnosed "(Hileman 1988). Hanya sedikit jika ada studi telah dilakukan untuk menentukan tingkat ini misdiagnosis, dan apakah tingginya prevalensi arthritis di Amerika (1 dari 3 orang Amerika memiliki beberapa bentuk arthritis - CDC, 2002) terkait dengan eksposur fluoride kami yang berkembang, yang sangat masuk akal. Penyebab kebanyakan bentuk radang sendi (misalnya osteoarthritis) tidak diketahui.
    24)    Dalam beberapa penelitian, ketika tinggi dosis fluoride (rata-rata 26 mg per hari) digunakan dalam uji untuk mengobati pasien dengan osteoporosis pada upaya untuk tulang mengeras dan mengurangi angka patah tulang, sebenarnya menyebabkan sejumlah TINGGI patah tulang, terutama pinggul patah tulang (Inkovaara 1975; Gerster 1983; Dambacher 1986; O'Duffy 1986; Hedlund 1989; Bayley 1990; Gutteridge 1990. 2002; Orcel 1990; Riggs 1990 dan Schnitzler 1990). Dosis kumulatif yang digunakan dalam ujicoba tersebut terlampaui dengan dosis kumulatif seumur hidup yang dialami oleh banyak orang yang hidup di masyarakat fluoride.
    25)    Sembilan belas studi (tiga tidak dipublikasikan, termasuk satu abstrak) sejak tahun 1990 telah meneliti kemungkinan hubungan fluoride pada fraktur air dan hip di kalangan orang tua. Sebelas dari studi menemukan asosiasi, delapan tidak. Satu studi menemukan berhubungan dengan dosis peningkatan patah tulang pinggul karena konsentrasi fluoride meningkat dari 1 ppm sampai 8 ppm (Li 2001). Patah tulang pinggul adalah sangat serius masalah bagi orang tua, sebagai seperempat dari mereka yang telah patah tulang pinggul meninggal dalam waktu satu tahun operasi, sedangkan 50 persen tidak pernah mendapatkan kembali eksistensi independen (Semua 19 ini studi yang direferensikan sebagai kelompok di bagian referensi).
    26)    Pemerintah-sanksi hanya hewan penelitian untuk menyelidiki jika kanker fluorida penyebab, menemukan peningkatan dosis-tergantung di kanker pada organ target (tulang) dari fluoride yang diobati (pria) tikus (NTP 1990). Tinjauan awal penelitian ini juga melaporkan peningkatan kanker hati dan lisan, namun, semua non-tulang kanker kemudian diturunkan - dengan alasan dipertanyakan – oleh sebuah panel pemerintah-review (Marcus 1990). Mengingat pentingnya studi ini, EPA Profesional Markas Uni telah meminta Kongres menetapkan tinjauan independen untuk memeriksa hasil studi (Hirzy 2000).
    27)    Sebuah tinjauan data kanker nasional di AS oleh National Cancer Institute (NCI) menunjukkan tingkat signifikan lebih tinggi dari kanker tulang pada pria muda di fluoride dibandingkan unfluoridated daerah (Hoover 1991). Sementara NCI menyimpulkan bahwa fluoridasi bukan penyebabnya, tidak ada penjelasan diberikan untuk menjelaskan tingkat lebih tinggi di daerah fluoride. Sebuah studi yang lebih kecil dari New Jersey (Cohn 1992) menemukan tingkat kanker tulang menjadi hingga 6 kali lebih tinggi pada pria muda yang tinggal di fluoride dibandingkan unfluoridated daerah. Studi epidemiologi lain telah gagal menemukan ini hubungan (Mahoney 1991; Freni 1992).
    28)    Fluorida diberikan kepada hewan pada dosis tinggi wreaks malapetaka pada sistem reproduksi laki-laki - itu merusak sperma dan meningkatkan tingkat infertilitas pada sejumlah spesies yang berbeda (Kour 1980; Chinoy 1989; Chinoy 1991; Susheela 1991; Chinoy 1994; Kumar 1994; Narayana 1994a, b; Zhao 1995; Elbetieha 2000; Ghosh 2002 dan Zakrzewska 2002). Whilestudies dilakukan di FDA telah gagal menemukan efek reproduksi pada tikus (Sprando 1996, 1997, 1998), studi epidemiologi dari AS telah menemukan angka peningkatan infertilitas antara pasangan tinggal di daerah dengan 3 atau lebih fluorida ppm dalam air (Freni 1994), dan 2 studi telah menemukan penurunan tingkat beredar testosteron pada laki-laki yang tinggal di daerah fluoride tinggi (Susheela 1996 dan Barot 1998).
    29)    Program fluoridasi telah sangat buruk dipantau. Tidak pernah ada analisis yang komprehensif dari fluoride yang tingkat di tulang, darah, atau air seni rakyat Amerika atau warga negara fluoride lainnya. Berdasarkan jarang Data yang telah tersedia, bagaimanapun, adalah semakin jelas bahwa beberapa orang dalam populasi - terutama orang dengan penyakit ginjal - yang terakumulasi kadar fluoride yang memiliki dikaitkan dengan kerusakan pada hewan dan manusia, terutama membahayakan ke tulang (lihat Connett 2004).
    30) Fluorida Setelah diletakkan di dalam air tidak mungkin untuk mengontrol dosis setiap individu menerima. Hal ini karena 1) beberapa orang (pekerja kasar misalnya, atlet, penderita diabetes, dan orang dengan penyakit ginjal) minum air lebih dari yang lain, dan 2) kita menerima fluoride dari sumber selain pasokan air. Lain sumber fluoride termasuk makanan dan minuman olahan dengan air fluoride (Kiritsy 1996 dan Heilman 1999), fluoride gigi produk (Bentley, 1999 dan Levy 1999), mekanis deboned daging (Fein 2001), teh (Levy 1999), dan pestisida residu pada makanan (Stannard 1991 dan Burgstahler 1997).
    31) Fluoridasi tidak etis karena individu yang tidak meminta persetujuan mereka sebelum pengobatan. Ini adalah standar praktek untuk semua pengobatan, dan salah satu alasan utama mengapa sebagian besar Eropa Barat telah memutuskan terhadap fluoridasi (lihat lampiran 2). Sebagai salah satu dokter tepat menyatakan, "Tidak ada dokter di indera kanannya akan meresepkan untuk orang dia tidak pernah bertemu, yang medis sejarah dia tidak tahu, suatu zat yang dimaksudkan untuk membuat tubuh berubah, dengan nasihat: "Ambillah sebanyak yang Anda suka, tetapi Anda akan mengambilnya untuk sisa hidup Anda karena beberapa anak menderita kerusakan gigi 'Ini adalah gagasan tidak masuk akal.. "
    32) Sedangkan referendum adalah khusus untuk kebijakan yang dipaksakan dari pemerintah pusat, masih meninggalkan masalah hak-hak individu dibandingkan mayoritas. Dengan kata lain - tidak pemilih memiliki hak untuk meminta bahwa tetangga mereka menelan obat tertentu (Bahkan jika itu bertentangan dengan keinginan yang
    33) Beberapa orang tampaknya sangat sensitif terhadap fluoride sebagai ditunjukkan oleh studi kasus dan studi buta ganda (Shea 1967, Waldbott 1978 dan Moolenburg 1987). Dalam sebuah penelitian, yang berlangsung 13 tahun, Feltman dan Kosel (1961) menunjukkan bahwa sekitar 1% pasien diberikan 1 mg fluoride setiap hari dikembangkan negatif reaksi. Dapatkah kita sebagai suatu kekuatan masyarakat orang-orang untuk menelan fluoride?
    34) Menurut Badan Zat Beracun dan Penyakit Registry (ATSDR 1993), dan peneliti lain (Juncos & Donadio 1972; Marier & Rose 1977 dan Johnson 1979), tertentu himpunan bagian dari populasi mungkin sangat rentan terhadap fluorida yang beracun efek, antara lain: orang tua, penderita diabetes dan orang dengan fungsi ginjal yang buruk. Sekali lagi, bisa kita baik di memaksa hati nurani orang-orang ini untuk menelan fluoride setiap hari sepanjang hidup mereka ?
    35) Juga rentan adalah mereka yang menderita gizi buruk (misalnya kalsium, magnesium, vitamin C, vitamin D dan iodida kekurangan dan diet protein miskin) (Massler & Schour 1952; Marier & Rose 1977; Lin Fa-Fu 1991; Chen 1997; Teotia 1998). Mereka yang paling mungkin menderita gizi buruk adalah miskin, yang justru orang menjadi target fluoridasi baru program. Sementara berada pada risiko tinggi, keluarga miskin kurang melakukan tindakan-tindakan penghindaran (air kemasan misalnya atau penghapusan peralatan).
    36) Karena kerusakan gigi yang paling miskin terkonsentrasi di masyarakat, kita harus menghabiskan upaya kami mencoba untuk meningkatkan akses ke perawatan gigi untuk keluarga miskin. The real "Kesehatan Krisis Oral" yang ada saat ini di Amerika Serikat, tidak kurangnya fluoride tetapi kemiskinan dan kurangnya asuransi gigi. Itu Surgeon General telah memperkirakan bahwa 80% dokter gigi di AS tidak memperlakukan anak-anak di Medicaid.
    37) Fluoridasi ditemukan tidak efektif untuk mencegah salah satu masalah paling serius yang dihadapi kesehatan mulut yang buruk anak-anak, yaitu bayi botol kerusakan gigi, atau dikenal sebagai anak usia dini karies (Barnes 1992 dan Shiboski 2003).
    38) Awal penelitian yang dilakukan pada tahun 1945 -1955 di AS, yang membantu untuk meluncurkan fluoridasi, telah banyak dikritik karena mereka miskin metodologi dan pilihan yang buruk dari masyarakat kontrol (De Stefano 1954; Sutton 1959, 1960 dan 1996; Ziegelbecker 1970). Menurut Dr Hubert Arnold, seorang ahli statistik dari University of California di Davis, pengadilan fluoridasi awal "adalah terutama kaya akan kesalahan-kesalahan desain, yang tidak benar, penggunaan tidak valid dari statistik metode, kelalaian data sebaliknya, dan hanya biasa muddleheadedness dan hebetude "Pada tahun 2000., Inggris Pemerintah "York Review" dapat memberi percobaan fluoridasi sebuah memberi nilai klasifikasi A - meskipun 50 tahun penelitian (McDonagh 2000, lihat Lampiran 3 untuk komentar).
    39)The US Public Health Service pertama disahkan fluoridasi dalam 1950, sebelum satu percobaan tunggal telah selesai (McClure 1970)!  
    40)Sejak tahun 1950, telah menemukan bahwa fluorida berbuat banyak untuk mencegah lubang dan kerusakan gigi fisura, sebuah fakta yang bahkan gigi masyarakat telah mengakui (Seholle 1984; Gray 1987; PHS 1993; dan Pinkham 1999). Hal ini penting karena pit dan celah kerusakan gigi merupakan sampai 85% dari kerusakan gigi dialami oleh anak-anak hari ini (Seholle 1984 dan Gray 1987).

    41)    …………………..
    »»  Baca Selengkapnya...

    Senin, 12 Maret 2012

    Manfaat Daun Beluntas

    (Pluchea indica (L.) Less.)
    Sinonim :
    Baccharis indica, Linn.
    Familia :
    Compositae

    Nama Lokal :
    Beluntas (Indonesia), Luntas (Jawa), Baluntas (Madura); Baluntas, Baruntas (Sunda), Lamutasa (Makasar); Beluntas (Sumatra), Lenaboui (Timor); Luan Yi (China).

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Bau badan, Nafsu makan, menurunkan panas, scabies, TBC.

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh tanaman, segar/dikeringkan.

    KEGUNAAN :
    1. Menghilangkan bau badan.
    2. Gangguan pencernaan pada anak-anak dan menambah nafsu makan.
    3. Menurunkan panas, peluruh keringat.
    4. Scabies.
    5. TBC kelenjar leher (Cervical tuberculous lymphadenitis)
    6. Nyeri pada rheumatik, sakit pinggang (Lumbago)

    PEMAKAIAN: 10 – 15 gr, direbus.
    CARA PEMAKAIAN:
    1. Gangguan pencemaan pada anak-anak: daun dicampurkan pada bubur saring/nasi tim.
    2. TBC kelenjar leher:
    - extra batang dan daun beluntas, extra gelatin dari kulit sapi, Laminaria japonica (rumput laut). Bahan-bahan ini ditim sampai lunak, Ialu dimakan.
    - Laminaria japonica (rumput laut)
    3. Nyeri rheumatik: 15 gr akar beluntas, direbus, minum.
    4. Menghilangkan bau badan: sebagai lalap.
    5. Peluruh keringat, menurunkan panas:

    Daun direbus, atau diseduh sebagai teh, minum.
    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Baunya khas (Sengir) dan rasanya getir. Daun: menambah nafsu makan (Stomakik), membantu pencernaan. KANDUNGAN KIMIA: Alkaloid, minyak atsiri.

    »»  Baca Selengkapnya...

    Minggu, 11 Maret 2012

    Semua Penyakit boleh dibekam..



    Sakit Apapun Boleh Bekam


    Rosulullah telah bersabda (Berobatlah kalian Wahai hamba Alloh, Sesungguhnya Alloh tidak menurunkan Penyakit kecuali Dia juga Menurunkan Obatnya) ( Hadis Soheh Ashabus-Sunan)

    Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam besabda : 
     
    الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ : شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ
     
    “Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu , sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay ) . Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay .” (HR Bukhari) 
     
    Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda : 
     
    إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ
     
    “Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

    Bekam = Hijamah



    Mungkin anda sudah familiar terhadap metode pengobatan ini.Mungkin juga anda belum tau apa itu bekam. Tulisan ini akan memberikan penjelasan singkat mengenai apa itu bekam beserta pengalamanku sendiri.
    Bekam adalah bentuk usaha menjaga kesehatan dari mulai pencegahan/antisipasi sampai pengobatan terhadap penyakit-penyakit dengan cara mengeluarkan darah kotor dari tubuh secara langsung pada titik-titik atau bagian tubuh tertentu.
    Cara kerja bekam :
    1. Mengeluarkan darah kotor yang menjadi sumber masalah kesehatan.
    2. Darah dikeluarkan dengan cara melukai bagian tubuh tertentu yang menjadi pusat mengumpulnya aliran darah kotor.
    3. Cara mengeluarkan darah adalah disedot pada permukaan kulit di bagian tubuh tersebut dengan menggunakan kop kecil yang telah dikondisikan hampa udara.
    Cara Tradisional
    Biasanya menggunakan tanduk kerbau. Agar tanduk kerbau dapat menempel adalah dengan membakarkan kapas kemudian langsung ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diambil darah kortornya.

    Cara modern

    Adalah menggunakan gelas yang dibuat sedemikian rupa sehingga ketika ditempelkan ke kulit dapat disedot udara yang ada di dalam gelas tersebut sehingga menempel pada kulit.

    Bagaimana hanya darah kotor bisa keluar ?
    Dara kotor memiliki saluran-saluran tersendiri pada tubuh manusia. Ada saat dia akan lewat ditepian kulit luar. Nah bagian inilah yang akan dibekam. Sehingga hanya darah kotor yang akan tersedot.
    Logika
    Bekam dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit adalah bahwa penyakit manusia itu sebagaian besar dikarenakan oleh darah kotor. Baik darahnya yang kotor oleh makanan atau ada penyumbatan aliran darah. Kedua permasalahan darah ini sering kali menjadi biang penyakit manusia. Bekam mengambil darah kotor secara instant/langsung pada bagian yang sakit sehingga efek pengobatan menggunakan bekam bisa langsung dirasakan.
    1. Bekam mengeluarkan dara kotor langsung pada bagian tubuh yang sakit
    2. Bekam dapat mengambil / membersihkan saluran darah yang tidak lancara karena sumbatan-sumbatan sehingga peredaran darah kembali lancar.
    Darimana bekam berasal ?
    Semua orang sudah tahu, bekam adalah warisan pengobatan islam yang diperintahkan langsung oleh Nabi Muhammad saw. OK aku gak akan bahas di sini, anda bisa membaca di artikel lain.

    Berbahayakah bekam ?

    Menurutku tidak !
    Untuk saat ini yang penting adalah jarum atau pisau yang digunakan untuk melukai kulit adalah sekali pakai. Maksudnya tidak dipakai bergantian. Bahayanya bukan pada bekamnya teteapi pada peralatannya. Takutnya pernah digunakan pada orang yang penyakitan seperti HIV atau lainnya.
    Bekam sama halnya tubuh kita dilukai kecil sekali. Lebih berbahaya atau lebih parah efeknya jika tubuh terluka oleh pisau atau tertusuk paku atau sejenisnya. Lukanya dalam dan urat saraf yang putus lebih banyak.
    Tetapi perlu diiingat bekam harus pada titik-titik tertentu pada tubuh, tidak asal bekam saja. Karena jika salah titik darah kotor tidak akan keluar dari tubuh malah darah segar. Karena aliran darah kotor ada titik-titik tersendiri pada tubuh kita.
    Karena sifatnya menarik cairan dari dalam tubuh, maka bekam tidak boleh pada bagian tubuh yang sensitif seperti lutut karena bisa-bisa cairan pada tulang kering atau persendian tulang yang akan tersedot keluar.
    »»  Baca Selengkapnya...

    Sabtu, 10 Maret 2012

    Bahaya Bahan Aktif Kosmestik Terhadap Kesehatan

    Pada saat sekarang ini kosmetik sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan terutama anak gadis dan wanita dewasa.Padahal masih banyak konsumen yang belum mengerti kandungan bahan aktif dalam kosmetik tersebut. Bahan aktif kosmetik ada yang aman untuk digunakan dan ada yang tidak aman. Dalam artikel kali ini akan di bahas berbagai bahan aktif kosmetik yang aman dan berbahaya terhadap kesehatan tubuh kita.

    Sebaiknya anda mengerti dahulu risiko dan efek dari penggunaan produk kecantikan. Berikut ini, beberapa produk kecantikan yang sangat beresiko jika dipakai terus-menerus :

    Sabun Kecantikan

    Gencarnya iklan produk kecantikan berdampak pada pemakaian sabun kecantikan bagi wanita. Banyak wanita yang meninggalkan sabun organik, dan lebih memilih sabun kecantikan demi mendapatkan kulit putih dan mulus. Sayangnya, hampir sebagian besar sabun kecantikan memiliki ph yang tinggi yang dapat menghilangkan lapisan asam kulit. Sehingga kulit lebih rentan terhadap infeksi dan menjadi penyebab utama kanker kulit.

    Memakai Make-up Setiap Hari

    Memakai kosmetik setiap hari tentu saja berpengaruh pada organ tubuh, seperti hati, paru-paru, dan ginjal. Penyebabnya adalah bahan kimia phthalates yang biasa digunakan para prosuden produk kosmetik sebagai pelarut make-up dan membuat kosmetik lebih tahan lama. Bahan tersebut juga berbahaya bagi kulit karena dapat berpengaruh pada organ vital Anda.

    Blush On

    Perona pipi ini menjadi andalan wanita untuk membuat pipinya merona, sehingga terlihat lebih segar dan cantik. Padahal, bahan kimia yang terdapat dalam blush on dapat mempengaruhi kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita. Sehingga, bisa memicu pertumbuhan sel-sel payudara tidak normal dalam waktu singkat, yang mengakibatkan risiko terkena kanker payudara.

    Lipstik

    Baru-baru ini, Food and Drug Administration Amerika menemukan kandungan timbal pada beberapa merek ternama produk lipstik. Senyawa kimia ini dapat memicu gangguan darah dan otak.

    Alas Bedak

    Alas bedak atau foundation menjadi tahap awal yang harus dipakai dalam make-up. Padahal, alas bedak ini berbahaya jika kontak langsung dengan kulit. Bahkan, kandungan asbestos dalam alas bedak bisa menyebabkan tumor dan kanker payudara bagi wanita.

    Maskara

    Alat make-up yang satu ini menjadi andalan bagi kaum hawa karena bisa membuat bulu mata lentik dan panjang. Sayangnya, maskara menjadi tempat berkembang biak satu juta bakteri cair dan basi. Selain itu, maskara juga mengandung zat Polyvinyl pyrrolidone (PVP) yang berpotensi memicu kanker.

    Nah sekarang ternyata mau cantik, buanyak bahayanya khan.... ???!!!
    Tapi jangan khawatir ada solusinya. Tampil cantik dari dasar laut mau ...... ??? Pakai saja Cream Gamat HPA Oke....

    »»  Baca Selengkapnya...

    Jumat, 09 Maret 2012

    50 Alasan Untuk Menentang Fluoridasi (3)

    11)    Tingkat fluoride dimasukkan ke dalam air (1 ppm) hingga 200 kali lebih tinggi dari biasanya ditemukan dalam susu ibu (0,005-0,01 ppm) (Ekstrand 1981; Institute of Medicine 1997). Tidak ada manfaat, risiko saja, untuk bayi menelan tingkat tinggi fluoride pada usia dini (ini adalah usia dimana kerentanan terhadap racun lingkungan sangat tinggi).
    12)    Fluorida adalah racun kumulatif. Rata-rata, hanya 50% dari fluoride kita menelan setiap hari diekskresikan melalui ginjal. Sisanya terakumulasi dalam tulang kita, kelenjar pineal, dan jaringan lain. Jika ginjal rusak, fluoride akumulasi akan meningkat, dan dengan itu, kemungkinan bahaya.
    13)    Fluoride sangat biologis aktif bahkan pada rendah konsentrasi. Mengganggu ikatan hidrogen (Emsley 1981) dan menghambat berbagai enzim (Waldbott 1978).
    14)    Ketika dikomplekskan dengan aluminium, fluorida mengganggu G- protein (Bigay 1985, 1987). Interaksi tersebut memberikan aluminium-kompleks fluorida potensi untuk mengganggu hormonal dan beberapa neurokimia sinyal (Strunecka dan Patocka 1999, Li 2003).
    15)    Fluoride telah terbukti mutagenik, penyebab kromosom kerusakan dan mengganggu enzim yang terlibat dengan perbaikan DNA dalam berbagai studi sel dan jaringan (Tsutsui 1984; Caspary 1987; Kishi 1993 dan Mihashi 1996). Baru-baru penelitian juga menemukan korelasi antara paparan fluorida dan kerusakan kromosom pada manusia (Sheth 1994; Wu 1995; Meng 1997 dan Yusuf 2000).
    16)    Fluorida membentuk kompleks dengan sejumlah besar ion logam, yang meliputi logam yang dibutuhkan dalam tubuh (seperti kalsium dan magnesium) dan logam (seperti timah dan aluminium) yang racun bagi tubuh. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah. Untuk Misalnya, fluorida mengganggu enzim di mana magnesium yang penting co-faktor, dan dapat membantu memfasilitasi penyerapan aluminium dan timah menjadi jaringan di mana logam ini tidak akan jika tidak pergi (Mahaffey 1976; Allain 1996; Varner 1998).
    17)    Tikus yang diberi selama satu tahun dengan 1 ppm fluoride dalam air mereka, baik menggunakan sodium fluoride atau fluorida aluminium, memiliki morfologi perubahan pada ginjal dan otak, sebuah peningkatan serapan dari aluminium dalam otak, dan pembentukan beta amiloid deposito yang merupakan karakteristik penyakit Alzheimers (Varner 1998).
    18)    Fluoride Aluminium baru-baru ini dicalonkan oleh Environmental Protection Agency dan National Institute of Lingkungan Ilmu Kesehatan untuk pengujian oleh National Program Toksikologi. Menurut EPA dan NIEHS, aluminium fluoride saat ini memiliki "kesehatan prioritas penelitian tinggi" karena yang "Dikenal neurotoksisitas" (BNA, 2000). Jika fluoride ditambahkan ke dalam air yang berisi aluminium, aluminium fluorida dari kompleks akan bentuk.
    19)    Hewan percobaan menunjukkan bahwa fluoride terakumulasi dalam otak dan paparan mengubah perilaku mental dengan cara konsisten dengan agen neurotoksik (Mullenix 1995). Tikus diobati sebelum lahir menunjukkan perilaku hiperaktif. Mereka dosis postnatal menunjukkan hypoactivity (yaitu di bawah kegiatan atau "Sofa kentang" sindrom). Lebih baru hewan percobaan telah melaporkan bahwa fluoride dapat merusak otak (Wang 1997; Guan 1998; Varner 1998; Zhao 1998; Zhang 1999; Lu 2000; Shao 2000; Sun 2000; Bhatnagar 2002, Chen 2002, 2003; Panjang 2002; Shivarajashankara 2002a, b; Shashi 2003 dan Zhai 2003) dan dampak pembelajaran dan perilaku (Paul 1998; Zhang 1999, 2001; Sun 2000; Ekambaram 2001; Bhatnagar 2002).
    20)    Lima penelitian dari China menunjukkan penurunan IQ pada anak-anak terkait dengan eksposur fluoride (Lin Fa-Fu 1991; Li 1995; Zhao 1996; Lu 2000; dan Xiang 2003a, b). Salah satu studi (Lin Fa-Fu 1991) menunjukkan bahwa bahkan hanya tingkat moderat fluorida paparan (misalnya 0,9 ppm dalam air) dapat memperburuk neurologis cacat defisiensi yodium.
    21) Bersambung …………………..
    »»  Baca Selengkapnya...

    Rabu, 07 Maret 2012

    Mengungkap Konspirasi Imunisasi dan Bahaya Vaksin



    Penulis : Tio Alexander
    Semalam ada seorang bidan muda menelepon saya. Dia menanyakan kepada saya tentang mengapa saya sangat melarang Imunisasi bagi anak-anak (terutama sekali keponakan-keponakan saya). Apakah alasan saya melarangnya? Berikut tulisan singkat saya (bahannya terlalu banyak jadi saya persingkat).

    Imunisasi dan Konspirasi di dalamnya.

    Jika kita merunut sejarah vaksin modern yang dilakukan oleh Flexner Brothers, kita dapat menemukan bahwa kegiatan mereka dalam penelitian tentang vaksinasi pada manusia didanai oleh Keluarga Rockefeller. Rockefeller sendiri adalah salah satu keluarga Yahudi yang paling berpengaruh di dunia, dan mereka adalah bagian dari Zionisme Internasional.
    Kenyataannya, mereka adalah pendiri WHO dan lembaga strategis lainnya :
    The UN’s WHO was established by the Rockefeller family’s foundation in 1948 – the year after the same Rockefeller cohort established the CIA. Two years later the Rockefeller Foundation established the U.S. Government’s National Science Foundation, the National Institute of Health (NIH), and earlier, the nation’s Public Health Service (PHS). ~ Dr. Leonard Horowitz dalam “WHO Issues H1N1 Swine Flu Propaganda” 
    Wah hebat sekali ya penguasaan mereka pada lembaga-lembaga strategis..
    Dilihat dari latar belakang WHO, jelas bahwa vaksinasi modern (atau kita menyebutnya imunisasi) adalah salah satu campur tangan (Baca : konspirasi) Zionisme dengan tujuan untuk menguasai dan memperbudak seluruh dunia dalam “New World Order” mereka.
    Apa Kata Para Ilmuwan Tentang Vaksinasi?
    “Satu-satunya vaksin yang aman adalah vaksin yang tidak pernah digunakan.” ~ Dr. James R. Shannon, mantan direktur Institusi Kesehatan Nasional Amerika
    “Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.” ~ Dr. Richard Moskowitz, Harvard University

    “Kanker pada dasarnya tidak dikenal sebelum kewajiban vaksinasi cacar mulai diperkenalkan. Saya telah menghadapi 200 kasus kanker, dan tak seorang pun dari mereka yang terkena kanker tidak mendapatkan vaksinasi sebelumnya.” ~ Dr. W.B. Clarke, peneliti kanker Inggris

    “Ketika vaksin dinyatakan aman, keamanannya adalah istilah relatif yang tidak dapat diartikan secara umum”. ~ dr. Harris Coulter, pakar vaksin internasional

    “Kasus polio meningkat secara cepat sejak vaksin dijalankan. Pada tahun 1957-1958 peningkatan sebesar 50%, dan tahun 1958-1959 peningkatan menjadi 80%.” ~ Dr. Bernard Greenberg, dalam sidang kongres AS tahun 1962

    “Sebelum vaksinasi besar besaran 50 tahun yang lalu, di negara itu (Amerika) tidak terdapat wabah kanker, penyakit autoimun, dan kasus autisme.” ~ Neil Z. Miller, peneliti vaksin internasional

    “Vaksin bertanggung jawab terhadap peningkatan jumlah anak-anak dan orang dewasa yang mengalami gangguan sistem imun dan syaraf, hiperaktif, kelemahan daya ingat, asma, sindrom keletihan kronis, lupus, artritis reumatiod, sklerosis multiple, dan bahkan epilepsi. Bahkan AIDS yang tidak pernah dikenal dua dekade lalu, menjadi wabah di seluruh dunia saat ini.” ~ Barbara Loe Fisher, Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika

    “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.” ~ Dr. William Hay, dalam buku “Immunisation: The Reality behind the Myth” 
    Dan masih banyak lagi pendapat ilmuwan yang lainnya..
    Dan ternyata faktanya di Jerman para praktisi medis, mulai dokter hingga perawat, menolak adanya imunisasi campak. Penolakan itu diterbitkan dalam “Journal of the American Medical Association” (20 Februari 1981) yang berisi sebuah artikel dengan judul “Rubella Vaccine in Susceptible Hospital Employees, Poor Physician Participation”. Dalam artikel itu disebutkan bahwa jumlah partisipan terendah dalam imunisasi campak terjadi di kalangan praktisi medis di Jerman. Hal ini terjadi pada para pakar obstetrik, dan kadar terendah lain terjadi pada para pakar pediatrik. Kurang lebih 90% pakar obstetrik dan 66% parak pediatrik menolak suntikan vaksin rubella.

    Lalu mengapa bisa hal itu terjadi? Apa rahasia di balik vaksin dan imunisasi?

    Menurut pencarian saya tentang imunisasi yang telah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Saya berusaha mengaitkannya dengan metode ilmu genetik dalam Islam yang sedikit telah saya pahami.
    Vaksin yang telah diproduksi dan dikirim ke berbagai tempat di belahan bumi ini (terutama negara muslim, negara dunia ketiga, dan negara berkembang), adalah sebuah proyek untuk mengacaukan sifat dan watak generasi penerus di negara-negara tersebut.

    Vaksin tersebut dibiakkan di dalam tubuh manusia yang bahkan kita tidak ketahui sifat dan asal muasalnya. Kita tau bahwa vaksin didapat dari darah sang penderita penyakit yang telah berhasil melawan penyakit tersebut. Itu artinya dalam vaksin tersebut terdapat DNA sang inang dari tempat virus dibiakkan tersebut.
    Pernahkah anda berpikir apabila DNA orang asing ini tercampur dengan bayi yang masih dalam keadaan suci?

    DNA adalah berisi cetak biru atau rangkuman genetik leluhur-leluhur kita yang akan kita warisi. Termasuk sifat, watak, dan sejarah penyakitnya.
    Lalu apa jadinya apabila DNA orang yang tidak kita tahu asal usul dan wataknya bila tercampur dengan bayi yang masih suci? Tentunya bayi tersebut akan mewarisi genetik DNA sang inang vaksin tersebut.
    Pernahkan anda terpikir apabila sang inang vaksin tersebut dipilih dari orang-orang yang terbuang, kriminal, pembunuh, pemerkosa, peminum alkohol, dan sebagainya?
    Dari banyak sumber yang saya dengar selama ini, penelitian tentang virus dilakukan kepada para narapidana untuk menghemat biaya penelitian, atau malah mungkin hal itu disengaja?


     Zat-zat kimia berbahaya dalam vaksin.

    Vaksin mengandung substansi berbahaya yang diperlukan untuk mencegah infeksi dan meningkatkan performa vaksin. Seperti merkuri, formaldehyde, dan aluminium, yang dapat membawa efek jangka panjang seperti keterbelakangan mental, autisme, hiperaktif. alzheimer, kemandulan, dll. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah anak autis meningkat dari antara 200 – 500 % di setiap negara bagian di Amerika.

    Babi dalam Vaksin.

    Penggunaan asam amino binatang babi dalam vaksin bukanlah berita yang baru. Bahkan kaum Muslim dan Yahudi banyak yang menentang hal ini karena babi memang diharamkan, seperti tertuang dalam Qur’an ayat berikut :
     “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
    Qur’an surah Al-Maidah (5) ayat 3
    Bahkan dalam Perjanjian Lama (Taurat) juga disebutkan :
    Jangan makan babi. Binatang itu haram karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tidak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.”
    Imamat 11 : 7-8
    Lalu mengapa Allah mengharamkan Babi?

    1. Asam Amino manusia yang hanya sedikit berbeda dari binatang babi.

    Asam amino adalah salah satu penyusun protein pada makhluk hidup. Jika kita melihat insulin pada manusia dan babi, maka hanya akan terpaut satu daripada babi. Berikut penjelasannya :
    Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
    Insulin babi : C257H383N65O77S6 MW=5777,6
    Penjelasan : hanya 1 asam amino berbeda
    Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7
    Insulin sapi : C254H377N65O75S6 MW=5733,6
    Penjelasan : ada 3 asam amino berbeda
    Para produsen vaksin mengatakan bahwa jika menggunakan asam amino babi, maka mereka tidak memerlukan banyak proses penelitian lagi karena hanya terpaut satu asam amino. Berbeda dengan sapi yang terpaut 3 asam amino.
    “Secara chemisty, DNA manusia dan babi hanya beda 3 persen. Aplikasi teknologi transgenetika membuat organ penyusun tubuh babi akan semakin mirip dengan manusia.” ~ Dr. Muladno, ahli genetika molekuler di Fakultas Peternakan IPB
    Tapi sayangnya mereka lupa jika asam aminonya hampir identik berarti sama saja kita memakan daging manusia (kanibal), dan telah jelas bahwa kanibal dapat menyebabkan penyakit-penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan, termasuk penyakit syaraf dan lain-lain.
    Di China, terdapat sebuah desa yang gemar memakan daging manusia yang melintas di desanya, yang kemudian digunakan untuk sebuah perayaan. Mereka mengatakan bahwa rasa daging manusia mirip dengan rasa daging babi.

    2. Sifat babi yang buruk dapat menurun kepada manusia yang memakannya.

    Seorang Imam Muslim bersama kawannya orang barat pernah melakuak test kepada 3 ekor babi dan 3 ekor ayam, masing masing adalah 2 jantan dan 1 betina. Dan hasilnya adalah :
    Ketika 2 ekor ayam jantan dan 1 ayam betina dilepas, maka 2 ayam jantan tersebut bertarung hingga satu tewas/kalah untuk merebutkan betina. Namun apa yang terjadi ketika 2 ekor babi jantan dan 1 ekor babi betina dilepas ? ternyata babi jantan yang satu membantu yang lain untuk melaksanakan hajat seksualnya pada si betina.
    Dan sang Imam berkata, “Inilah ! Daging babi itu membunuh ‘ghirah’ (rasa cemburu) orang yang memakannya dan ini terjadi pada kaum kalian.”
    Beberapa penelitian di barat juga banyak yang menyatakan bahwa memakan babi dapat mempengaruhi watak, resiko perselingkuhan, dan hasrat seksual yang melebihi ambang batas kewajaran sebagai manusia.

    3. Tubuh babi dapat mengubah virus jinak menjadi ganas.

    Babi memiliki berbagai reseptor dalam tubuhnya yang dapat menjadikan virus jinak yang masuk ke dalam tubuh babi kemudian keluar dalam keadaan ganas, diantaranya reseptor yang sangat dikenal para ilmuwan adalah reseptor alfa 2,6 sialic acid untuk mengikat influenza manusia dan 2,3 sialic acid untuk mengikat virus influenza unggas. Virus-virus yang terikat ke dalam reseptor tersebut kemudian dapat berubah menjadi ganas. Selain itu reseptor-reseptor itu juga dapat mengikat dua jenis virus yang memiliki sifat yang berbeda, untuk kemudian di mixing menjadi satu virus ganas yang memiliki 2 sifat.

    4. Banyaknya penyakit dalam tubuh Babi 

    Kita sudah mengetahui sejak Sekolah Dasar dahulu bahwa babi mengandung cacing pita yang sangat berbahaya. Cacing pita bahkan dapat mengganggu sistem syaraf dan dapat masuk hingga otak manusia. Selain cacing pita masih banyak penyakit lainnya yang disebabkan oleh babi melalui bakteri, karena kebiasaannya yang senang memakan kotoran, bahkan kotorannya sendiri.

    5. Sifat aneh babi lainnya.
    “Babi mempunyai sifat kembar antara binatang buas dan binatang jinak. Sifatnya yang menyerupai binatang buas adalah karena ia bertaring dan suka makan bangkai, sedangkan sifatnya yang menyerupai binatang jinak ialah karena ia berceracak dan makan rumput serta dedaunan lainnya.
    Babi memiliki syahwat yang amat kuat, hingga pada saat ia kawin (bersetubuh), pejantan bertengger di atas betinanya yang berjalan bermil-mil jauhnya. Pejantannya mengejar-ngejar betina demikian kasar hingga terjadi perkelahian yang mungkin menewaskan salah satu atau menewaskan kedua-duanya.
    Satu kali mengandung, babi betina dapat melahirkan dua puluh ekor anak. Pejantan mulai kawin bila telah berumur 8 bulan, sedangkan betinanya mulai melahirkan bila telah mencapai umur 6 bulan. Di beberapa negeri, babi kawin pada umur 4 bulan, betinanya mulai bunting setelah dikawini dan akan melahirkan setelah bunting selama enam atau tujuh bulan. Babi betina yang telah mencapai umur 15 tahun tidak dapat beranak. Jenis binatang ini adalah yang paling banyak mempunyai keturunan. Babi jantan merupakan binatang jantan yang paling tahan lama bertengger di atas betinanya (kawin).
    Yang mengherankan, jika sebelah matanya dicungkil ia segera mati. Babi memiliki kesamaan dengan manusia, yaitu kulitnya tidak dapat dikelupas kecuali jika dipotong lebih dulu daging yang berada di bawahnya.”
    ~ Kamal al-Din Muhammad ibn Musa al-Damiri, dalam Kitabul-Hayawan Al-Kubra
    Bencana akibat vaksin yang tidak pernah dipublikasikan.
    • Di Amerika pada tahun 1991 – 1994 sebanyak 38.787 masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah ini 45% terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 mgg setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak usia 1-3 bulan.
    • Pada 1986 ada 1300 kasus pertusis di Kansas dan 90% penderita adalah anak-anak yang telah mendapatkan vaksinasi ini sebelumnya. Kegagalan sejenis juga terjadi di Nova Scotia di mana pertusis telah muncul sekalipun telah dilakukan vaksinasi universal.
    • Jerman mewajibkan vaksinasi tahun 1939. Jumlah kasus dipteri naik menjadi 150.000 kasus, di mana pada tahun yang sama, Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus dipterinya hanya sebanyak 50 kasus.
    • Penularan polio dalam skala besar, menyerang anak-anak di Nigeria Utara berpenduduk muslim. Hal itu terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, sumbangan AS untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin Islam lokal menuduh Pemerintah Federal Nigeria menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabiskan orang-orang Muslim dengan menggunakan vaksin.
    • Tahun 1989-1991 vaksin campak ”high titre” buatan Yugoslavia Edmonton-Zagreb diuji coba pada 1500 anak-anak miskin keturunan orang hitam dan latin, di kota Los Angeles, Meksiko, Haiti dan Afrika. Vaksin tersebut sangat direkomendasikan oleh WHO. Program dihentikan setelah di dapati banyak anak-anak meninggal dunia dalam jumlah yang besar.
    • Setiap program vaksin dari WHO di laksanakan di Afrika dan Negara-negara dunia ketiga lainnya, hampir selalu terdapat penjangkitan penyakit-penyakit berbahaya di lokasi program vaksin dilakukan. Virus HIV penyebab Aids di perkenalkan lewat program WHO melalui komunitas homoseksual melalui vaksin hepatitis dan masuk ke Afrika tengah melalui vaksin cacar.
    • Desember 2002, Menteri Kesehatan Amerika, Tommy G. Thompson menyatakan, tidak merencanakan memberi suntikan vaksin cacar. Dia juga merekomendasikan kepada anggota kabinet lainnya untuk tidak meminta pelaksaanaan vaksin itu. Sejak vaksinasi massal diterapkan pada jutaan bayi, banyak dilaporkan berbagai gangguan serius pada otak, jantung, sistem metabolisme, dan gangguan lain mulai mengisi halaman-halaman jurnal kesehatan.
    • Kenyataannya vaksin untuk janin telah digunakan untuk memasukkan encephalomyelitis, dengan indikasi terjadi pembengkakan otak dan pendarahan di dalam. Bart Classen, seorang dokter dari Maryland, menerbitkan data yang memperlihatkan bahwa tingkat penyakit diabetes berkembang secara signifikan di Selandia Baru, setelah vaksin hepatitis B diberikan secara massal di kalangan anak-anak.
    • Anak-anak di Amerika Serikat mendapatkan vaksin yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Berbagai macam imunisasi misalnya, Vaksin-vaksin seperti Hepatitis B, DPT, Polio, MMR, Varicela (Cacar air) terbukti telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, mereka menderita kelainan syaraf, anak-anak cacat, diabetes, autis, autoimun dan lain-lain.
    • Vaksin cacar dipercayai bisa memberikan imunisasi kepada masyarakat terhadap cacar. Pada saat vaksin ini diluncurkan, sebenarnya kasus cacar sudah sedang menurun. Jepang mewajibkan suntikan vaksin pada 1872. Pada 1892, ada 165.774 kasus cacar dengan 29.979 berakhir dengan kematian walaupun adanya program vaksin.
    • Pemaksaan vaksin cacar, di mana orang yang menolak bisa diperkarakan secara hukum, dilakukan di Inggris tahun 1867. Dalam 4 tahun, 97.5& masyarakat usia 2 sampai 50 tahun telah divaksinasi. Setahun kemudian Inggris merasakan epidemik cacar terburuknya dalam sejarah dengan 44.840 kematian. Antara 1871 – 1880 kasus cacar naik dari 28 menjadi 46 per 100.000 orang. Vaksin cacar tidak berhasil.
    • Dan masih banyak lagi.
    Mengapa vaksin gagal melindungi terhadap penyakit?

    Walene James, pengarang buku Immunization: the Reality Behind The Myth, mengatakan respon inflamatori penuh diperlukan untuk menciptakan kekebalan nyata.
    Sebelum introduksi vaksin cacar dan gondok, kasus cacar dan gondok yang menimpa anak-anak adalah kasus tidak berbahaya. Vaksin “mengecoh” tubuh sehingga tubuh kita tidak menghasilkan respon inflamatory terhadap virus yang diinjeksi.
    SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) naik dari 0.55 per 1000 orang di 1953 menjadi 12.8 per 1000 pada 1992 di Olmstead County, Minnesota. Puncak kejadian SIDS adalah umur 2 – 4 bulan, waktu di mana vaksin mulai diberikan kepada bayi. 85% kasus SIDS terjadi di 6 bulan pertama bayi. Persentase kasus SIDS telah naik dari 2.5 per 1000 menjadi 17.9 per 1000 dari 1953 sampai 1992. Naikan kematian akibat SIDS meningkat pada saat hampir semua penyakit anak-anak menurun karena perbaikan sanitasi dan kemajuan medikal kecuali SIDS.
    Kasus kematian SIDS meningkat pada saat jumlah vaksin yang diberikan kepada balita naik secara meyakinkan menjadi 36 per anak.
    Dr. W. Torch berhasil mendokumentasikan 12 kasus kematian pada anak-anak yang terjadi dalam 3,5 – 19 jam paska imunisasi DPT. Dia kemudian juga melaporkan 11 kasus kematian SIDS dan satu yang hampir mati 24 jam paska injeksi DPT. Saat dia mempelajari 70 kasus kematian SIDS, 2/3 korban adalah mereka yang baru divaksinasi mulai dari 1,5 hari sampai 3 minggu sebelumnya.
    Tidak ada satu kematian pun yang dihubungkan dengan vaksin. Vaksin dianggap hal yang mulia dan tidak ada pemberitaan negatif apapun mengenai mereka di media utama karena mereka begitu menguntungkan bagi perusahaan farmasi.
    Ada alasan yang valid untuk percaya bahwa vaksin bukan saja tak berguna dalam mencegah penyakit, tetapi mereka juga kontraproduktif karena melukai sistem kekebalan yang meningkatkan resiko kanker, penyakit kekebalan tubuh, dan SIDS yang menyebabkan cacat dan kematian.

    Lalu adakah imunisasi yang benar menurut Islam?

    Ada! Bahkan Rasulullah sendiri yang mengajarkan dan merekomendasikannya.
    Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abi Bakr
    Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, “Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu adalah makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya.
    Dalam shahihain -Shahih Bukhari dan Muslim- dari Abu Musa Al-Asy’ariy, “Anakku lahir, lalu aku membawa dan mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.”
    Cara Tahnik

    Seorang kakek men-tahnik cucunya yang belum lama dilahirkan
    Ibu saya pernah mengatakan bahwa bayi dilahirkan dalam keadaan kekurangan glukosa. Bahkan apabila tubuhnya menguning, maka bayi tersebut dipastikan membutuhkan glukosa dalam keadaan yang cukup untuknya. Bobot bayi saat lahir juga mempengaruhi kandungan glukosa dalam tubuhnya.

    Pada kasus bayi prematur yang beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, dimana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/100 ml darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 ml.
    Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 ml darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah.

    Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit, seperti bayi menolak untuk menyusui, otot-otot bayi melemas, aktivitas pernafasan terganggu dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontraksi atau kejang-kejang.
    Terkadang bisa juga menyebabkan sejumlah penyakit yang berbahaya dan lama, seperti insomnia, lemah otak, gangguan syaraf, gangguan pendengaran, penglihatan, atau keduanya.

    Apabila hal-hal di atas tidak segera ditanggulangi atau diobati maka bisa menyebabkan kematian. Padahal obat untuk itu adalah sangat mudah, yaitu memberikan zat gula yang berbentuk glukosa melalui infus, baik lewat mulut, maupun pembuluh darah.

    Mayoritas atau bahkan semua bayi membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah lahir, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat.

    Disunnahkannya tahnik kepada bayi adalah obat sekaligus tindakan preventif yang memiliki fungsi penting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal itu sebelumnya, bahkan kini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi.
    Tahnik sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang beriman kepada Allah, atau dapat pula dilakukan ayah atau ibu sang bayi.

    Berikut video tentang tata cara Tahnik :
    video
    Penutup
    Imunisasi yang selama ini digembar-gemborkan oleh Zionis dapat berdampak kepada masalah yang sangat serius bagi kehidupan penduduk dunia. Mereka yang bertujuan untuk menjadikan ras lainnya berada di bawah kekuasaan mereka dengan berbagai cara. Sudah cukup adik laki-laki saya yang menjadi korban konspirasi imunisasi ini. Kini saatnya kita membuka mata dan bertanya pada hati nurani kita dengan berbagai propaganda yang mereka lakukan.
    Bahkan Allah telah menyuruh kita berhati-hati terdadap berita dari mereka :
    “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
    Qur’an surah Al-Hujuraat (49) : 6
    Masih banyak sumber yang belum saya paparkan di sini. Termasuk bagaimana teknologi pengetahuan Islam menyingkap bagaimana setan dapat menjadikan manusia menjadi jahat melalui makanan yang haram yang kita konsumsi. Insya Allah lain waktu saya dapat menjelaskannya.
    Semoga Allah memberkahi dan melindungi kita semua.
    »»  Baca Selengkapnya...
    Next Prev home