Rabu, 11 Januari 2012

Al HIjamah

Beberapa tahun terakhir terapi al hijamah, atau lebih dikenal dengan bekam/cantuk, digencarkan para penggiat dan praktisi thibbun nabawi (pengobatan ala Rasulullah saw). Merupakan hal yang positif bahwa ternyata al hijamah/bekam mulai diterima di masyarakat. Ironisnya, banyak umat Islam yang belum mengenal istilah al hijamah/bekam, apalagi mencoba metoda pengobatan ini. Padahal, Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik sesuatu yang kamu pergunakan sebagai obat adalah al hijamah” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari hadits di atas jelas bahwa al hijamah/bekam sangat penting karena di samping menyehatkan juga bernilai amalan sunnah. Dengan demikian, alangkah mulianya jika kita sebagai umat Muhammad saw juga ikut mewarisi dan mengamalkan serta mengembangkan terapi sunnah ini.

Al hijamah/bekam merupakan teknik pengobatan dengan jalan mengeluarkan darah kotor yang mengandung toksin dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Toksin adalah endapan racun atau zat kimia yang tidak dapat diurai tubuh. Toksin ada dalam tubuh setiap orang, yang berasal dari makanan yang banyak mengandung zat pengawet, perasa dan pewarna, juga dari pencemaran udara dan air. Dan toksin ini banyak berkumpul di bawah kulit karena kulit merupakan organ tubuh yang terbesar dalam tubuh manusia.

Toksin yang terlalu banyak dan lama berada dalam tubuh menyebabkan aliran darah tidak berjalan lancar. Keadaan ini akan mengganggu kesehatan fisik maupun mental seseorang. Timbul rasa sakit di bagian tubuh tertentu, seperti kepala dan pundak, yang menyebabkan tubuh lesu, murung dan perasaan tertekan. Berbekam dapat membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Inilah salah satu detoksifikasi (proses pengeluaran toksin) yang sangat berkesan/mujarab serta tanpa efek samping.

Berbekam sangat bermanfaat untuk melegakan dan menghilangkan rasa sakit, memulihkan fungsi organ tubuh serta memberi harapan pada orang yang sakit untuk terus berikhtiar mendapat kesembuhan. Rasulullah saw pun memuji orang yang berbekam,” Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan penglihatan”. So,tidak ada alasan bagi umat Islam untuk tidak berbekam.

Ingin belajar Al Hijamah dan ilmu pengobatan islami lainnya, klik di sini...

Baca juga:
1. WAKTU UTAMA MELAKUKAN BEKAM
2. PERLENGKAPAN BEKAM
Next Prev home